Guru
merupakan tenaga pendidik yang berperan aktif daam proses belajar mengajar dan
memiliki potensi untuk memberikan pengarahan dan memununtun siswa untuk
belajar. Guru adalah tenaga profesiona di bidang kepribadian yang memahami hal
yang bersifat filosofis dan konseptual, seorang guru memahami baik dan
kewajiban, dan selalu memberikan bimbingan.
Guru adalah
sebagai penerusan nilai, pengetahuan, kemampuan, sikap, dan tingkah laku, yang
dalam arti luas pendidikan merupakan hidup itu sendiri (dan belajar itu seumur
hidup), sebagai proses menyingkirkan kebodohan dan mendewasakan diri menuju
kesempurnaan (Mukti, 2003 : 304).
Menurut
Buddha dengan melindungu diri sendiri seseorang akan melindungi orang lain.
Dengan melindungi orang lain seseorang akan melindungi diri sendiri (S.V:168).
Buddha
memberikan petunjuk kepada ananda tentang cara mengajar agar memenuhi lima hal
yaitu : Mengajar setahap demi setahap, mengajar dengan alas an atau berdasarkan
sebab yang mendahului sehingga mudah dimengerti, mengajar karena dorongan cinta
kasih, dan mengajar tanpa merugikan orang lain (A.III.184).
Guru mengajar
demi kepentingan anak didiknya. “bagaimanapun cunda, atas dasar cinta kasih,
apa yang harus dilakukan oleh seorang guru yaitu mengusahakan kebahagiaan bagi
murid-murisnya. Itulah yang akan dilakukan terdorong oleh cinta kasih kepadamu (M.I.46).
Ia tidak
membimbing di depan orang banyak, ceramah tidak kehilangan arah, tanpa ada yang
disembunyikan, tidak ragu-ragu berbicara dan tidak menjadi bingung atau marah
menghadapi pertanyaan (A.IV.196).
Buddha
sebagai guru menunjukkan jalan, dan setiap orang harus berusahan dan menempuh
jalannya sendiri (Dh.A.276). mengikuti apa yang ditunjukkan oleh buddha, guru
sebaiknya mendorong siswa mengembangkan diri yang baik, inovatif, sebagai
fasitator dan mendorong siswa untuk berprestasi. Guru harus terbuka dan dapat
menerima gagasan siswa dalam arti berusahan dan menambahinya.
Posting Komentar